Minggu, 21 Mei 2017

KETERKAITAN ANTARA SUBSTANSI DAN STRATEGI
DENGAN KEBERHASILAN DAKWAH
NABI MUHAMMAD SAW DI MADINAH

     
            Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah karena perlakuan kaum kafir Quraisy yang sudah melewati batas. Mulai dari pemboikotan kaum Muslim dan Muslimah dan meninggalnya dua orang yang sangat Rasulullah SAW sayangi dan yang sangat membantu Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam yaitu pamannya, Abu Thalib dan istrinya, Siti khadijah. Selain itu, penyebab Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, karena adanya perintah dari Allah SWT dalam Q.S Al-Hijr ayat 94.
           Setelah hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin diterima oleh kaum Ansar. Pada awalnya banyak kaum Muhajirin yang ditolong dan tinggal dirumah kaum Ansar. Di Madinah Rasulullah menysusun subtansu dan strategi untuk berdakwah di Madinah yang sangat mendukung keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah. Substansi dakwah Rasulullah di Madinah antara lain membina persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Kaum Ansar,  membentuk masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam, dan mengajarkan pendidikan politik, ekonomi, dan sosial. Karena Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansar mereka saling menolong karena  rasa senasib dan seperjuangan serta rasa persaudaraan Islam. Jadi persatuan Islam semakin kuat. Membentuk masyarakat yang berlandaskan Islam juga sangat mendukung keberhasilan dakwah Rasulullah SAW karena umat Islam tidak hanya mengaku-ngaku Islam saja tapi menjalani hidup sesuai ajaran Islam dan agar kehidupan umat Islam tidak menyimpang. Salah satu strategi dakwah Nabi Muhammad SAW adalah membangun masjid agar umat Islam mempunyai tempat untuk beribadah dan hal itu juga sesuai dengan substansi dakwah Rasulullah SAW untuk membentuk masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam.
          Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dakwah Rasulullah SAW didukung dengan substansi dan strategi Nabi Muhammad SAW yang sangat hebat.
Nisa Nurul Auliya AS
X Mia 1

Minggu, 14 Mei 2017

HIKMAH MENUNAIKAN
HAJI

Haji merupakan rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi seorang Muslim sekali sepanjang hidupnya bagi yang mampu melaksanakannya.ibadah haji adalah sebagai tindak lanjut dalam pembentukan sikap mental dan akhlak mulia. Ibadah haji juga merupakan pernyataan umat islam seluruh dunia menjadi umat yang satu karena memiliki persamaan atau satu akidah. Bagi umat Islam yang sudah pernah menunaikan ibadah haji pasti merasakan perbedaan saat ia sebelum atau sesudah melaksanakan haji yang biasa disebut hikmah.
Hikmah menunaikan haji yang pertama yaitu ingin selalu menutup aurat. Ketika keluar rumah tidak menutup aurat, ada perasaan malu. Hal itu disebabkan ketika sedang menunaikan haji, sudah terbiasa menutup aurat. Dan memang sudah diwajibkan bagi setiap muslimah untuk menutup auratnya.
Hikmah yang kedua yaitu menjadi lebih peduli terhadap sesama. Pada saat menunaikan haji, segala sesuatu itu tidak selalu berjalan dengan lancar. Kita juga kadang-kadang  membutuhkan bantuan dari orang lain. Dari situlah seseorang itu sadar bahwa kita harus saling menolong. Bagaimana jika kita menjadi seseorang yang membutuhkan pertolongan tetapi tidak ada yang membantu. Pasti rasanya sangat tidak enak.
Hikmah yang ketiga yaitu menjadi lebih sabar. Di Mekkah saat menunaikan ibadah haji, umat Islam sangat diuji kesabarannya. Salah satu jika ada umat Islam yang berbeda negara dengan kita, budaya juga pasti berbeda dengan kita. Mungkin kita kurang nyaman dengan hal tersebut, tapi kita harus bersabar.
Hikmah menunaikan ibadah haji yang terkhir yaitu lebih menghargai perbedaan. Umat Islam yang menunaikan ibadah Haji tidak hanya dari satu negara, tetapi dari berbagai negara yang ada didunia. Perbedaan dan keanekaragaman bercampur disana. Dengan melaksanakan ibadah haji dapat dimanfaatkan untuk membangun persatuan dan kesatuan umat islam sedunia. Ibadah haji merupakan muktamar akbar umat Islam sedunia, yang peserta-pesertanya berdatangan dari seluruh penjuru dunia dan ka’bahlah yang menjadi simbol kestuan dan persatuan.
Umat Islam yang pergi menunaikan ibadah haji tidak semata-mata hanya pergi ke Mekkah dan kembali kenegaranya masing-masing. Tapi mereka melakukan ibadah-ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disana juga mereka mengalami peristiwa-peristiwa yang tidak biasa dan yang dapat menyadarkan mereka akan kesalahn-kesalahn mereka. Mereka juga mendapatkan hikmah dan hidayah dari Allah SWT.

Nama : Nisa Nurul Auliya AS
Kelas : X MIA 1

Minggu, 02 April 2017

KAITAN ANTARA KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU
DENGAN KEWAJIBAN MEMBELA AGAMA
 SESUAI PERINTAH Q.S AT-TAUBAH AYAT 122
DAN HADIST RIWAYAT IBNU NAZAR
Bagi orang-orang muslim, menuntut ilmu hukumnya wajib. Jika kita menuntut ilmu dunia maupun akhirat kita akan mendapat manfaat-manfaat seperti ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
Dalam Q.S. At-taubah, Allah SWT memerintahkan untuk sebagian dari kita menuntut ilmu dan sebagiannya lagi untuk berperang. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing. Jika semua umat Islam pergi berperang, tanpa ada yang memperdalam ilmu agama, maka Islam akan hancur. Orang yang berilmu dapat mengalahkan ribuan orang yang tidak berilmu. Jika kita berilmu, kita dapat menyebarkan Islam dengan benar, jika dengan berperang itu sama saja menggunakan cara kekerasan yang dibenci oleh Allah SWT, kecuali kita terpaksa harus berperang. Dalam berperang juga kita harus memakai ilmu yang kita miliki. Jika kita berperang hanya sekedar membunuh orang, tanpa menggunakan strategi, maka lawan akan mudah untuk mengalahkan kita.
Dalam Hadist riwayat Ibnu Nazar, Rasul bersabda bahwa “diakhirat nanti tinta ulama ditimbang dengan darah para suhada ternyata yang lebih berat adalah tinta ulama dibandingkan dengan darah suhada.” Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa pahala orang yang mendalami ilmu agama maupun dunia lebih besar dari pahala orang berperang dijalan Allah SWT.
Membela agama tidak hanya dengan cara berperang. Contohnya orang-orang nonmuslim yang ada di Barat. Mereka memerangi umat Islam dengan cara yang cerdas, sepeti dengan cara mempublikasikan film-film yang dilarang ditonton oleh umat Islam. Dan juga adanya media sosial yang membuat generasi Islam sangat kecanduan. Mereka lebih mementingkan media sosial daripada beribadah. Orang- orang Barat juga mempelajari Al-Quran. Jika generasi Islam mendalami Al-Quran, maka Islam akan lebih maju dari agama-agama yang lain.
Jika generasi Islam memperdalam ilmu agama dan dunia, mungkin mereka tidak akan terbawa arus negatif agama lain. Bahkan mungkin mereka dapat menyebarkan agama Islam, dengan menggunakan ilmu-ilmu yang mereka miliki, tanpa harus berperang. Jika generasi Islam cerdas dan berilmu, maka Islam tidak akan dianggap remeh oleh orang-orang nonmuslim. Mereka akan menghormati Islam, dan bahkan mungkin masuk Islam. Selain itu, jika kita berilmu, kita akan lebih dihormati, tidak mudah dibohongi, dapat memecahkan masalah dengan mudah, mendapat pahala, serta wawasannya luas.

Minggu, 26 Februari 2017


HUBUNGAN ANTARA BERIMAN
KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH SWT
DENGAN PERILAKU TELITI, DISIPLIN, DAN WASPADA

Beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, merupakan rukun iman yang kedua.  Sebagai umat Islam kita wajib untuk mengimani adanya malaikat-malaikat Allah SWT. Malaikat-malaikat Allah SWT  jumlahnya sangat banyak, tetapi yang wajib diketahui ada sepuluh yaitu, Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan yang terakhir ada malaikat Ridwan. Malaikat memiliki sifat patuh terhadap Allah SWT. Apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT, pasti akan mereka patuhi atau laksanakan. Tema essay yang akan dibahas kali ini adalah hubungan antara beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.
Malaikat Mikail bertugas untuk menurunkan rezeki. Malaikat tersebut menurunkan rezeki kepada manusia sesuai takarannya. Malaikat Mikail sangat teliti dalam melakukan tugas tersebut. Malaikat Mikail tidak pernah salah dalam menurunkan rezeki. Kita sebagai manusia yang mengimani adanya malaikat Mikail juga harus memiliki sifat teliti. Teliti dalam melaksanakan apapun dan dimanapun. Selain itu kita juga harus teliti dalam bekerja, karena jika teliti dan bekerja keras, maka pasti Allah SWT, akan memberikan rezeki kepada kita melalui malaikat Mikail.
Yang kedua ada malaikat Raqib dan Atid. Mereka bertugas mencatat amal baik dan amal buruk manusia. Apapun yang dilakukan manusia walaupun itu hanya sekedar niat pasti akan dicatat malaikat Raqib atau Atid. Karena malaikat Raqib dan Atid selalu mengawasi kita  harus selalu disiplin. Disiplin dalam bentuk ucapan, perbuatan, maupun niat. Karena sekali kita berniat buruk, walaupun kita tidak melakukannya, Malaikat Atid pasti sudah mencatatnya. Sebaliknya kita harus memperbanyak beramal shaleh dam memiliki niat yang baik saja.
Yang ketiga ada malaikat Izrail. Malaikat Izrail bertugas untuk mencabut nyawa manusia. Karena kita mengimani adanya malaikat Izrail, kita harus selalu waspada karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Untuk itu kita harus banyak beramal shaleh dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang.
Selain, mengimani adanya malaikat, kita juga harus mencontoh sifat-sifat malaikat. Seperti patuh dan taat kepada Allah SWT. Sebaliknya kita jangan seperti setan yang tidak patuh, sombong, dan selalu meembangkang terhadap Allah SWT.

Nama : Nisa Nurul Auliya AS
Kelas  : X MIA 1




Sabtu, 11 Februari 2017


KETERKAITAN ANTARA LARANGAN BERZINA
DENGAN BERBAGAI KEKEJIAN DAN PERANGAI BURUK
DARI PERBUATAN ZINA
SESUAI PESAN Q.S. AL-ISRA : 32 DAN AN-NUR : 2

Perbuatan zina dipandang sebagai perbuatan yang memalukan dan menjijikan. Bahkan perbuatan zina termasuk dosa besar, puncaknya dari keharaman. Tetapi, akhir-akhir  ini perbuatan zina menjadi sesuatu yang biasa. Banyak remaja yang sudah berani berpacaran dan berdua-duaan dengan lawan jenis. Walaupun mereka belum melakukan hubungan layaknya suami istri, tapi mereka sudah melakukan hal-hal yang mendekati zina atau bisa disebut tahap awal sebelum melakukan zina.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Isra ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” Dalam ayat tersebut, Allah SWT telah melarang kita untuk tidak mendekati zina. Bayangkan, bagaimana jika setelah berdua-duaan dengan lawan jenis, kita malah terjerumus keperbuatan zina walaupun niat awalnya tidak seperti itu. Beda halnya dengan WTS ( Wanita Tuna Susila), awalnya mereka berniat untuk melakukannya sekali, karena tidak memiliki pekerjaan. Tetapi karena bekerja dengan cara seperti sangat mudah, ia melakukannya lagi dan lagi. Dengan kata lain, bisa disebut ia kecanduan. Sekali seseorang melakukan zina, ia pasti akan mengulanginya. Dari situlah lahir sifat yang buruk. Dia selalu merasa haus akan kebutuhan biologisnya. Hukuman bagi pezina pun sangatlah berat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nur yang artinya “ Pezina laki-laki dan pezina perempuan deralah masing masing dari keduanya seratus kali. Dan jnganlah rasa belas kasihan kepada mereka mencegah kamu untuk melaksanakan agama ( hukum ) Allah SWT, jika kamu beriman kepada Allah SWT dan beriman kepada hari kemudian. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman tersebut disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” Pezina yang sudah menikah hukumannya dirajam sampai mati dan pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Selain hukuman tersebut, ada beberapa akibat yang akan diterima oleh pezina, seperti dilaknat oleh Allah AWT, dikucilkan oleh masyarakat, nasab menjadi tidak jelas, anak hasil perbuatan zina tidak bisa dinasabkan kepada ayahnya, dan anak hasil zina tidak berhak mendapat warisan. Perbuatan zina tidak hanya berdampak kepada pezinanya, tetapi juag berdampak kepada anak-anaknya. Janganlah sampai terjerumus kedalam perbuatan zina, karena perbuatan itu akan menghancurkan kehidupan para pelakunya. Perbuatan zina juga akan menimbulkan dosa-dosa lain, seperti jika pezina tersebut melahirkan bayi hasil zina, ia mungkin akan berusaha membunuh bayi yang tak berdosa itu karena malu. atau mungkin mencoba bunuh diri karena ia pikir kehidupannya telah hancur.
Oleh karena itu, agar kita tidak terjerumus kedalam perbuatan zina, kita harus harus memperbanyak ibadah terutama berpuasa, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, membatasi pergaulan, dan jangan sekali-kali mencoba-coba perbuatan zina.


Nama : Nisa Nurul Auliya AS
       Kelas : X MIA 1