DENGAN KEWAJIBAN MEMBELA AGAMA
SESUAI PERINTAH Q.S AT-TAUBAH AYAT 122
DAN HADIST RIWAYAT IBNU NAZAR
Bagi orang-orang muslim, menuntut ilmu hukumnya wajib. Jika kita menuntut ilmu dunia maupun akhirat kita akan mendapat manfaat-manfaat seperti ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
Dalam Q.S. At-taubah, Allah SWT memerintahkan untuk sebagian dari kita menuntut ilmu dan sebagiannya lagi untuk berperang. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing. Jika semua umat Islam pergi berperang, tanpa ada yang memperdalam ilmu agama, maka Islam akan hancur. Orang yang berilmu dapat mengalahkan ribuan orang yang tidak berilmu. Jika kita berilmu, kita dapat menyebarkan Islam dengan benar, jika dengan berperang itu sama saja menggunakan cara kekerasan yang dibenci oleh Allah SWT, kecuali kita terpaksa harus berperang. Dalam berperang juga kita harus memakai ilmu yang kita miliki. Jika kita berperang hanya sekedar membunuh orang, tanpa menggunakan strategi, maka lawan akan mudah untuk mengalahkan kita.
Dalam Hadist riwayat Ibnu Nazar, Rasul bersabda bahwa “diakhirat nanti tinta ulama ditimbang dengan darah para suhada ternyata yang lebih berat adalah tinta ulama dibandingkan dengan darah suhada.” Dari hadist tersebut, sudah jelas bahwa pahala orang yang mendalami ilmu agama maupun dunia lebih besar dari pahala orang berperang dijalan Allah SWT.
Membela agama tidak hanya dengan cara berperang. Contohnya orang-orang nonmuslim yang ada di Barat. Mereka memerangi umat Islam dengan cara yang cerdas, sepeti dengan cara mempublikasikan film-film yang dilarang ditonton oleh umat Islam. Dan juga adanya media sosial yang membuat generasi Islam sangat kecanduan. Mereka lebih mementingkan media sosial daripada beribadah. Orang- orang Barat juga mempelajari Al-Quran. Jika generasi Islam mendalami Al-Quran, maka Islam akan lebih maju dari agama-agama yang lain.
Jika generasi Islam memperdalam ilmu agama dan dunia, mungkin mereka tidak akan terbawa arus negatif agama lain. Bahkan mungkin mereka dapat menyebarkan agama Islam, dengan menggunakan ilmu-ilmu yang mereka miliki, tanpa harus berperang. Jika generasi Islam cerdas dan berilmu, maka Islam tidak akan dianggap remeh oleh orang-orang nonmuslim. Mereka akan menghormati Islam, dan bahkan mungkin masuk Islam. Selain itu, jika kita berilmu, kita akan lebih dihormati, tidak mudah dibohongi, dapat memecahkan masalah dengan mudah, mendapat pahala, serta wawasannya luas.