Minggu, 26 Februari 2017


HUBUNGAN ANTARA BERIMAN
KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH SWT
DENGAN PERILAKU TELITI, DISIPLIN, DAN WASPADA

Beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, merupakan rukun iman yang kedua.  Sebagai umat Islam kita wajib untuk mengimani adanya malaikat-malaikat Allah SWT. Malaikat-malaikat Allah SWT  jumlahnya sangat banyak, tetapi yang wajib diketahui ada sepuluh yaitu, Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan yang terakhir ada malaikat Ridwan. Malaikat memiliki sifat patuh terhadap Allah SWT. Apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT, pasti akan mereka patuhi atau laksanakan. Tema essay yang akan dibahas kali ini adalah hubungan antara beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.
Malaikat Mikail bertugas untuk menurunkan rezeki. Malaikat tersebut menurunkan rezeki kepada manusia sesuai takarannya. Malaikat Mikail sangat teliti dalam melakukan tugas tersebut. Malaikat Mikail tidak pernah salah dalam menurunkan rezeki. Kita sebagai manusia yang mengimani adanya malaikat Mikail juga harus memiliki sifat teliti. Teliti dalam melaksanakan apapun dan dimanapun. Selain itu kita juga harus teliti dalam bekerja, karena jika teliti dan bekerja keras, maka pasti Allah SWT, akan memberikan rezeki kepada kita melalui malaikat Mikail.
Yang kedua ada malaikat Raqib dan Atid. Mereka bertugas mencatat amal baik dan amal buruk manusia. Apapun yang dilakukan manusia walaupun itu hanya sekedar niat pasti akan dicatat malaikat Raqib atau Atid. Karena malaikat Raqib dan Atid selalu mengawasi kita  harus selalu disiplin. Disiplin dalam bentuk ucapan, perbuatan, maupun niat. Karena sekali kita berniat buruk, walaupun kita tidak melakukannya, Malaikat Atid pasti sudah mencatatnya. Sebaliknya kita harus memperbanyak beramal shaleh dam memiliki niat yang baik saja.
Yang ketiga ada malaikat Izrail. Malaikat Izrail bertugas untuk mencabut nyawa manusia. Karena kita mengimani adanya malaikat Izrail, kita harus selalu waspada karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Untuk itu kita harus banyak beramal shaleh dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang.
Selain, mengimani adanya malaikat, kita juga harus mencontoh sifat-sifat malaikat. Seperti patuh dan taat kepada Allah SWT. Sebaliknya kita jangan seperti setan yang tidak patuh, sombong, dan selalu meembangkang terhadap Allah SWT.

Nama : Nisa Nurul Auliya AS
Kelas  : X MIA 1




Sabtu, 11 Februari 2017


KETERKAITAN ANTARA LARANGAN BERZINA
DENGAN BERBAGAI KEKEJIAN DAN PERANGAI BURUK
DARI PERBUATAN ZINA
SESUAI PESAN Q.S. AL-ISRA : 32 DAN AN-NUR : 2

Perbuatan zina dipandang sebagai perbuatan yang memalukan dan menjijikan. Bahkan perbuatan zina termasuk dosa besar, puncaknya dari keharaman. Tetapi, akhir-akhir  ini perbuatan zina menjadi sesuatu yang biasa. Banyak remaja yang sudah berani berpacaran dan berdua-duaan dengan lawan jenis. Walaupun mereka belum melakukan hubungan layaknya suami istri, tapi mereka sudah melakukan hal-hal yang mendekati zina atau bisa disebut tahap awal sebelum melakukan zina.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Isra ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” Dalam ayat tersebut, Allah SWT telah melarang kita untuk tidak mendekati zina. Bayangkan, bagaimana jika setelah berdua-duaan dengan lawan jenis, kita malah terjerumus keperbuatan zina walaupun niat awalnya tidak seperti itu. Beda halnya dengan WTS ( Wanita Tuna Susila), awalnya mereka berniat untuk melakukannya sekali, karena tidak memiliki pekerjaan. Tetapi karena bekerja dengan cara seperti sangat mudah, ia melakukannya lagi dan lagi. Dengan kata lain, bisa disebut ia kecanduan. Sekali seseorang melakukan zina, ia pasti akan mengulanginya. Dari situlah lahir sifat yang buruk. Dia selalu merasa haus akan kebutuhan biologisnya. Hukuman bagi pezina pun sangatlah berat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nur yang artinya “ Pezina laki-laki dan pezina perempuan deralah masing masing dari keduanya seratus kali. Dan jnganlah rasa belas kasihan kepada mereka mencegah kamu untuk melaksanakan agama ( hukum ) Allah SWT, jika kamu beriman kepada Allah SWT dan beriman kepada hari kemudian. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman tersebut disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” Pezina yang sudah menikah hukumannya dirajam sampai mati dan pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Selain hukuman tersebut, ada beberapa akibat yang akan diterima oleh pezina, seperti dilaknat oleh Allah AWT, dikucilkan oleh masyarakat, nasab menjadi tidak jelas, anak hasil perbuatan zina tidak bisa dinasabkan kepada ayahnya, dan anak hasil zina tidak berhak mendapat warisan. Perbuatan zina tidak hanya berdampak kepada pezinanya, tetapi juag berdampak kepada anak-anaknya. Janganlah sampai terjerumus kedalam perbuatan zina, karena perbuatan itu akan menghancurkan kehidupan para pelakunya. Perbuatan zina juga akan menimbulkan dosa-dosa lain, seperti jika pezina tersebut melahirkan bayi hasil zina, ia mungkin akan berusaha membunuh bayi yang tak berdosa itu karena malu. atau mungkin mencoba bunuh diri karena ia pikir kehidupannya telah hancur.
Oleh karena itu, agar kita tidak terjerumus kedalam perbuatan zina, kita harus harus memperbanyak ibadah terutama berpuasa, selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, membatasi pergaulan, dan jangan sekali-kali mencoba-coba perbuatan zina.


Nama : Nisa Nurul Auliya AS
       Kelas : X MIA 1